Steer atau kemudi yang nyaman semestinya memang tidak bergetar ketika kita kendarai. Karena itu, segera periksa jika ternyata steer justru terasa tak nyaman, misalnya bergetar ketika pedal rem kita injak. Kasus seperti ini beberapa kali ditanyakan para anggota AstraWorld. Bahkan ada yang mengeluhkan getaran ini meskipun telah melakukan balancing dan spooring.
Balancing dan spooring memang dapat meningkatkan kenyamanan berkendara karena mampu meredam getaran yang dihasilkan akibat putaran roda. Tapi, pada kasus steer yang tetap terasa bergetar terutama saat nge-rem, kemungkinan besar faktor pemicunya ada pada sistem rem. Bukan tidak berfungsinya balancing. Masalah sistem rem diantaranya, piringan (disc) rem yang tidak rata. Yang paling sering adalah piringan rem ban depan (kanan-kiri).
Bila piringan rem tidak rata atau bergelombang, ketika dilakukan pengereman maka akan bergetar. Getaran itulah yang diteruskan ke kemudi dan terasa di tangan kita. Karena itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke bengkel-bengkel jaringan Astra International untuk memastikan dan mengecek kondisi piringan. Efeknya akan terasa lebih baik bila piringan rem yang sudah aus diganti dengan yang baru.
Selain kondisi piringan rem, bearing (laher) roda depan yang mengalami keausan juga bisa menyebabkan getaran di steer. Tetapi, getaran ini tidak hanya muncul pada saat di rem saja. Getaran terasa pada saat kecepatan tinggi dan permukaan jalan yang tidak rata. Untuk mengatasi masalah seperti ini, solusinya adalah dengan mengganti komponen tersebut.
Kami sarankan, tetap lakukan balancing dan spooring setiap 10.000 km. Untuk sistem rem sendiri, lakukan pemeriksaan setiap 10.000 km juga. Dan apabila terjadi penggantian kanvas rem, gunakanlah kanvas rem yang orisinil. Sementara laher, lakukan penggantian grease (gemuk) setiap 20.000 km. (Source : AstraWorld)
Aman Berkeliling-Keliling dengan Defensive Driving
Menjelang akhir-akhir Desember ini rasanya akan banyak pengendara yang memanfaatkan waktu untuk berlibur. Kebetulan, kalender nasional memang penuh dengan tanggal merah. Setelah Natal yang jatuh pada tanggal 25, ada pergantian tahun baru hijriah yang bertepatan dengan 29 Desember serta tahun baru masehi di akhir bulan. Jalan-jalan dan berkeliling ke lokasi menarik bersama keluarga dan kendaraan kesayangan tentu menjadi pilihan menyenangkan.
Seperti biasa, jika hendak berkendara selalu persiapkan segala keperluan perjalanan dengan matang. Dan jangan lupa untuk menerapkan prinsip-prinsip defensive driving ketika meluncur di jalan. Bukan apa-apa, kadangkala kecelakaan lalu lintas bukan semata-mata terjadi karena kelalaian kita. Sangat mungkin tabrakan atau sekadar senggolan mobil terjadi karena kesalahan pengendara lain.
Berbeda dengan safety driving yang pengertiannya lebih mengarah ke kemampuan atau skill pengendara, defensive driving lebih dari itu. Pengertiannya lebih mengarah ke pola sikap, mental serta perilaku pengendara. Dari sekian banyak hal yang perlu kita perhatikan, ada empat point yang sangat penting terkait dengan defensive driving. Berikut ini keempat point tersebut:
- Waspada
- Sadar (aware)
- Sikap dan mental
- Antisipasi
Kewaspadaan menjadi faktor utama yang menjamin pengendara selalu siaga dan waspada terhadap pengguna jalan lain. Bila waspada selalu, artinya dia akan bertindak benar dalam menghadapi pengendara lain yang mungkin saja ugal-ugalan. Seandainya bertemu dengan jenis pengendara seperti ini, lebih baik membiarkan mereka lewat dahulu.
Yang tidak kalah penting adalah kesadaran. Artinya, sebagai pengemudi kita harus memiliki pengetahuan mengenai berkendara yang baik, benar dan aman. Pengetahuan dan pemahaman yang tepat dalam hal berkendara dengan benar, praktis akan meminimalisir kecelakaan lalu lintas.
Sementara, poin sikap dan mental lebih menegaskan pentingnya cara pandang bahwa sebagai pengendara kita tidak boleh egois dan mau menang sendiri. Yang harus kita utamakan adalah kepentingan umum. Pengemudi yang memiliki sikap dan mental baik, bersedia saling bergantian bila mendapati antrian di jalanan.
Dan yang terakhir adalah antisipasi. Ini juga sangat penting karena sebagai pengendara kita harus belajar membuat skenario berkendara yang baik sebagai evaluasi setiap kali berkendara. Antisipasi yang tepat juga sangat mempengaruhi keselamatan berkendara.
Paling tidak, bila kita konsisten menjalankan keempat point itu, akan bermanfaat bagi jaminan keselamatan pribadi. Itulah sebabnya, defensive driving terus disosialisaikan. Harapannya, jika semakin banyak pengemudi yang menerapkan konsep ini, pengaruhnya nanti tentu berimbas ke ketertiban berlalu lintas. (Source AstraWorld)
Seperti biasa, jika hendak berkendara selalu persiapkan segala keperluan perjalanan dengan matang. Dan jangan lupa untuk menerapkan prinsip-prinsip defensive driving ketika meluncur di jalan. Bukan apa-apa, kadangkala kecelakaan lalu lintas bukan semata-mata terjadi karena kelalaian kita. Sangat mungkin tabrakan atau sekadar senggolan mobil terjadi karena kesalahan pengendara lain.
Berbeda dengan safety driving yang pengertiannya lebih mengarah ke kemampuan atau skill pengendara, defensive driving lebih dari itu. Pengertiannya lebih mengarah ke pola sikap, mental serta perilaku pengendara. Dari sekian banyak hal yang perlu kita perhatikan, ada empat point yang sangat penting terkait dengan defensive driving. Berikut ini keempat point tersebut:
- Waspada
- Sadar (aware)
- Sikap dan mental
- Antisipasi
Kewaspadaan menjadi faktor utama yang menjamin pengendara selalu siaga dan waspada terhadap pengguna jalan lain. Bila waspada selalu, artinya dia akan bertindak benar dalam menghadapi pengendara lain yang mungkin saja ugal-ugalan. Seandainya bertemu dengan jenis pengendara seperti ini, lebih baik membiarkan mereka lewat dahulu.
Yang tidak kalah penting adalah kesadaran. Artinya, sebagai pengemudi kita harus memiliki pengetahuan mengenai berkendara yang baik, benar dan aman. Pengetahuan dan pemahaman yang tepat dalam hal berkendara dengan benar, praktis akan meminimalisir kecelakaan lalu lintas.
Sementara, poin sikap dan mental lebih menegaskan pentingnya cara pandang bahwa sebagai pengendara kita tidak boleh egois dan mau menang sendiri. Yang harus kita utamakan adalah kepentingan umum. Pengemudi yang memiliki sikap dan mental baik, bersedia saling bergantian bila mendapati antrian di jalanan.
Dan yang terakhir adalah antisipasi. Ini juga sangat penting karena sebagai pengendara kita harus belajar membuat skenario berkendara yang baik sebagai evaluasi setiap kali berkendara. Antisipasi yang tepat juga sangat mempengaruhi keselamatan berkendara.
Paling tidak, bila kita konsisten menjalankan keempat point itu, akan bermanfaat bagi jaminan keselamatan pribadi. Itulah sebabnya, defensive driving terus disosialisaikan. Harapannya, jika semakin banyak pengemudi yang menerapkan konsep ini, pengaruhnya nanti tentu berimbas ke ketertiban berlalu lintas. (Source AstraWorld)
Hujan Lagi, Ayo Periksa Mobil Agar Berkendara Tetap Aman
Di beberapa tempat hujan sudah mulai sering mengguyur jalan. Ada beberapa hal yang membedakan cara berkendara di kondisi basah dan kering. Misalnya saja wiper. Musim hujan adalah saat pembasuh kaca ini bekerja keras, sehingga harus kita pastikan dapat berfungsi dengan baik. Defogger, lampu besar juga akan banyak dipergunakan agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Apa saja yang harus kita persiapkan? Berikut ini daftarnya beserta cara berkendara di musim hujan:
Wiper
Pastikan wiper bekerja dengan prima. Baik motor, karet wiper maupun air washer dapat menyapu kaca sehingga air hujan tidak menghalangi pandangan. Motor wiper mungkin saja macet, karet-karet wiper juga mungkin sudah keras sehingga kurang bagus saat menyapu kaca. Begitu juga dengan air wiper, bisa saja kering dan semprotannya tidak pas mengenai sasaran. Untuk semprotan air wiper yang kurang tepat, sebaiknya lakukan penyetelan.
Lampu-lampu
Komponen ini juga amat penting jika berkendara di saat hujan turun. Selain untuk menyorot kondisi jalan, sinar dari lampu-lampu mobil Anda sangat membantu pengendara lain melihat posisi kendaraan Anda saat melintas. Periksa apakah lampu kecil dan lampu besar dapat menyala. Akan lebih baik juga seandainya mobil Anda dilengkapi dengan lampu kabut yang sinarnya mampu menembus gelap yang menyelimuti jalan. Jangan gunakan lampu hazard ketika hujan lebat, gunakan lampu hazard hanya pada saat berhenti dalam kondisi darurat.
Defogger
Penglihatan melalui spion dalam juga bisa terganggu jika kaca belakang mobil berembun. Untuk menghilangkannya Anda dapat menghangatkan kaca belakang dengan mengaktifkan defogger. Karena itu periksa apakah defogger dapat bekerja dengan baik. Caranya, aktifkan switch defogger, jika kaca belakang terasa hangat berarti perangkat ini masih bekerja dengan baik.
Permukaan ban
Pengendalian roda saat hujan turun jauh lebih sulit dibandingkan dengan ketika permukaan jalan kering. Apalagi jika kembang roda sudah dalam kondisi kurang bagus. Periksa apakah permukaan ban sudah gundul dan ganti jika kembang ban sudah kurang dari 1 milimeter. Dan jika hujan, cara termudah untuk menghindari efek hidroplanning (ban kehilangan traksi saat basah) adalah dengan berkendara di bawah 60km/jam.
Karet-karet pintu
Periksa dari kemungkinan bocor, dan ganti jika kondisinya memang sudah tidak bagus lagi. Karet-karet pintu yang bocor bisa mengakibatkan air hujan merembes masuk ke dalam kabin yang tentu saja akan sangat mengganggu kenyamanan berkendara.
Hindari daerah rawan banjir
Daerah-daerah banjir tentu sudah bisa kita kenali. Sebisa mungkin usahakan menghindari jalur-jalur yang sering tergenang banjir jika hujan turun. Bukan hanya untuk mencegah kendaraan kita terendam banjir, pengenalan daerah banjir juga berguna agar kita terhindar dari macet berkepanjangan.
Segera bilas dengan air bersih
Air hujan mengandung asam dan sangat kurang baik bagi perawatan cat maupun body mobil. Kami sarankan, segera bilas mobil dengan air bersih.(Source AstraWorld )
Wiper
Pastikan wiper bekerja dengan prima. Baik motor, karet wiper maupun air washer dapat menyapu kaca sehingga air hujan tidak menghalangi pandangan. Motor wiper mungkin saja macet, karet-karet wiper juga mungkin sudah keras sehingga kurang bagus saat menyapu kaca. Begitu juga dengan air wiper, bisa saja kering dan semprotannya tidak pas mengenai sasaran. Untuk semprotan air wiper yang kurang tepat, sebaiknya lakukan penyetelan.
Lampu-lampu
Komponen ini juga amat penting jika berkendara di saat hujan turun. Selain untuk menyorot kondisi jalan, sinar dari lampu-lampu mobil Anda sangat membantu pengendara lain melihat posisi kendaraan Anda saat melintas. Periksa apakah lampu kecil dan lampu besar dapat menyala. Akan lebih baik juga seandainya mobil Anda dilengkapi dengan lampu kabut yang sinarnya mampu menembus gelap yang menyelimuti jalan. Jangan gunakan lampu hazard ketika hujan lebat, gunakan lampu hazard hanya pada saat berhenti dalam kondisi darurat.
Defogger
Penglihatan melalui spion dalam juga bisa terganggu jika kaca belakang mobil berembun. Untuk menghilangkannya Anda dapat menghangatkan kaca belakang dengan mengaktifkan defogger. Karena itu periksa apakah defogger dapat bekerja dengan baik. Caranya, aktifkan switch defogger, jika kaca belakang terasa hangat berarti perangkat ini masih bekerja dengan baik.
Permukaan ban
Pengendalian roda saat hujan turun jauh lebih sulit dibandingkan dengan ketika permukaan jalan kering. Apalagi jika kembang roda sudah dalam kondisi kurang bagus. Periksa apakah permukaan ban sudah gundul dan ganti jika kembang ban sudah kurang dari 1 milimeter. Dan jika hujan, cara termudah untuk menghindari efek hidroplanning (ban kehilangan traksi saat basah) adalah dengan berkendara di bawah 60km/jam.
Karet-karet pintu
Periksa dari kemungkinan bocor, dan ganti jika kondisinya memang sudah tidak bagus lagi. Karet-karet pintu yang bocor bisa mengakibatkan air hujan merembes masuk ke dalam kabin yang tentu saja akan sangat mengganggu kenyamanan berkendara.
Hindari daerah rawan banjir
Daerah-daerah banjir tentu sudah bisa kita kenali. Sebisa mungkin usahakan menghindari jalur-jalur yang sering tergenang banjir jika hujan turun. Bukan hanya untuk mencegah kendaraan kita terendam banjir, pengenalan daerah banjir juga berguna agar kita terhindar dari macet berkepanjangan.
Segera bilas dengan air bersih
Air hujan mengandung asam dan sangat kurang baik bagi perawatan cat maupun body mobil. Kami sarankan, segera bilas mobil dengan air bersih.(Source AstraWorld )
Tips Mengemas Barang (Packing)
OK, selamat menempuh perjalanan panjang pada acara mudik kali ini. Tapi, sebelum belum benar-benar menekan pedal gas, sudahkah barang-barang bawaan tertata dengan baik ? Penataan barang di dalam mobil sangat menentukan kenyamanan, keamanan dan bahkan keselamatan berkendara.
Untuk itu, perhatikan beberapa point cara mengemas barang berikut ini:
1. Tentukan tujuan dan rute perjalanan yang akan Anda tempuh. Hal ini membantu kita menentukan barang-barang apa saja yang harus terangkut di dalam mobil.
2. Setelah jelas, buatlah daftarnya dan mulailah menginventarisir. Saat menyusun daftar jangan lupa untuk menyesuaikan kapasitas bagasi dan daya angkut mobil. Penyesuaian ini penting agar tidak muncul risiko buruk saat mobil diajak bermanuver atau melakukan pengereman.
3. Klasifikasikan barang bawaan dalam dua kategori besar. Pertama, barang yang tidak akan dipakai selama perjalanan (oleh-oleh, pakaian selama berlibur, dll). Kedua, barang yang kemungkinan besar diperlukan pada saat perjalanan (peta mudik, handphone, cemilan, obat-obatan, buku bacaan, kaset, CD, satu atau dua potong baju/celana jika perlu ganti saat perjalanan, dll).
4. Manfaatkan fasilitas mobil. Jika ada bangku kosong yang bisa dilipat, manfaatkan ruang sisa untuk menyimpan barang.
5. Tempatkan barang kategori kedua di area yang mudah dijangkau agar tidak perlu bongkar muat selama perjalanan.
6. Prioritaskan barang bawaan yang berat di posisi bawah, dan susun menyamping dengan rapat.
7. Hindari penumpukan barang yang berpotensi mengganggu daya pandang pengemudi.
8. Bila perlu, gunakan cargo net untuk menjaga barang bawaan tetap pada tempatnya walau terguncang sekalipun.
9. Demi alasan stabilitas mobil dan potensi mengganggu pengendara lain, membawa barang di atas atau roof rack kurang dianjurkan. Seandainya pun terpaksa menempatkan barang di atas, pastikan terikat kencang, tinggi sewajarnya dan tertutup rapat.
(Source : AstraWorld)
Untuk itu, perhatikan beberapa point cara mengemas barang berikut ini:
1. Tentukan tujuan dan rute perjalanan yang akan Anda tempuh. Hal ini membantu kita menentukan barang-barang apa saja yang harus terangkut di dalam mobil.
2. Setelah jelas, buatlah daftarnya dan mulailah menginventarisir. Saat menyusun daftar jangan lupa untuk menyesuaikan kapasitas bagasi dan daya angkut mobil. Penyesuaian ini penting agar tidak muncul risiko buruk saat mobil diajak bermanuver atau melakukan pengereman.
3. Klasifikasikan barang bawaan dalam dua kategori besar. Pertama, barang yang tidak akan dipakai selama perjalanan (oleh-oleh, pakaian selama berlibur, dll). Kedua, barang yang kemungkinan besar diperlukan pada saat perjalanan (peta mudik, handphone, cemilan, obat-obatan, buku bacaan, kaset, CD, satu atau dua potong baju/celana jika perlu ganti saat perjalanan, dll).
4. Manfaatkan fasilitas mobil. Jika ada bangku kosong yang bisa dilipat, manfaatkan ruang sisa untuk menyimpan barang.
5. Tempatkan barang kategori kedua di area yang mudah dijangkau agar tidak perlu bongkar muat selama perjalanan.
6. Prioritaskan barang bawaan yang berat di posisi bawah, dan susun menyamping dengan rapat.
7. Hindari penumpukan barang yang berpotensi mengganggu daya pandang pengemudi.
8. Bila perlu, gunakan cargo net untuk menjaga barang bawaan tetap pada tempatnya walau terguncang sekalipun.
9. Demi alasan stabilitas mobil dan potensi mengganggu pengendara lain, membawa barang di atas atau roof rack kurang dianjurkan. Seandainya pun terpaksa menempatkan barang di atas, pastikan terikat kencang, tinggi sewajarnya dan tertutup rapat.
(Source : AstraWorld)
Daftar Pemeriksaan agar Mudik Aman dan Menyenangkan
Hasil yang baik sangat ditentukan oleh persiapan dan proses yang tepat. Nah, jika ingin perjalanan mudik nanti berjalan dengan lancar, sebaiknya lakukanlah persiapan dengan matang. Periksa seluruh bagian mobil, lengkapi perjalanan dengan barang atau alat-alat yang dibutuhkan.
Pastikan semua dalam kondisi OK. Mulai dari mesin, aki, oli, sistem kelistrikan, ban, hingga ke dokumen-dokumen penting. Di bagian mesin misalnya, lakukanlah tune up.Pada aki, bersihkan terminal-terminalnya dan periksa air aki. Begitu juga pada oli, kualitas maupun kuantitasnya harus diperiksa. Di kaki-kaki, periksa ketebalan kanvas rem, kembang-kembang pada permukaan ban beserta tekanan anginnya.
Yang juga tidak kalah penting adalah sistem kelistrikan. Harus kita periksa seluruh lampu. Apakah bekerja dengan normal? Pastikan juga tape, radio,power window, dan electric mirror.Periksa sekring dan kabel-kabel sambungan bila ada komponen yang tidak menyala. Wiper juga harus diperiksa karena sangat penting saat perjalanan mudik diguyur hujan.
Jangan lupa, pemeriksaan juga harus sampai ke kelengkapan cadangan dan dokumen-dokumen penting seperti STNK, SIM serta surat-surat asuransi mobil. (Source: AstraWorld).
Pastikan semua dalam kondisi OK. Mulai dari mesin, aki, oli, sistem kelistrikan, ban, hingga ke dokumen-dokumen penting. Di bagian mesin misalnya, lakukanlah tune up.Pada aki, bersihkan terminal-terminalnya dan periksa air aki. Begitu juga pada oli, kualitas maupun kuantitasnya harus diperiksa. Di kaki-kaki, periksa ketebalan kanvas rem, kembang-kembang pada permukaan ban beserta tekanan anginnya.
Yang juga tidak kalah penting adalah sistem kelistrikan. Harus kita periksa seluruh lampu. Apakah bekerja dengan normal? Pastikan juga tape, radio,power window, dan electric mirror.Periksa sekring dan kabel-kabel sambungan bila ada komponen yang tidak menyala. Wiper juga harus diperiksa karena sangat penting saat perjalanan mudik diguyur hujan.
Jangan lupa, pemeriksaan juga harus sampai ke kelengkapan cadangan dan dokumen-dokumen penting seperti STNK, SIM serta surat-surat asuransi mobil. (Source: AstraWorld).
Rawat Aki Agar Tidak Gampang Bermasalah
Semoga saja rencana pemerintah kita memberlakukan Wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap velg dan aki kendaraan bermotor memberi manfaat banyak. Seperti dimuat di media massa, tujuan penerapan kebijakan ini untuk meningkatkan kualitas produk dan keselamatan pengendara.
Memang, kualitas yang baik akan sangat menentukan keamanan berkendara maupun perawatan mobil. Sementara menunggu kebijakan tersebut, dari sisi pengendara kita juga dapat melakukan langkah-langkah preventif. Contohnya, aki sebaiknya secara rutin kita periksa. Bukan apa-apa, aki sangat penting dalam sistem pengapian maupun kelistrikan. Pada banyak kasus, kurangnya perawatan membuat aki tekor (soak). Akibat selanjutnya adalah mesin sulit di-stater, ketika kunci kontak diputar ke posisi "START" hanya terdengar bunyi tek.. tek... tek.
Paling tidak, berikut langkah-langkah perawatan aki yang bisa Anda lakukan:
1. Pantau kuantitas maupun kualitas air aki. Mestinya air aki selalu terjaga di antara garis low level dan upper level yang biasa tertera pada kotak aki. Bila berada di bawah low level segera tambahkan. Karena, air aki berfungsi untuk membantu mendinginkan sel-sel aki. Bila air aki berkurang dan tidak segera ditambah, sel-sel di dalam aki bisa menjadi berubah bentuk (melengkung, harusnya sel-sel ini sejajar dan tegak lurus). Lengkungan sel-sel ini bisa membuat plat positif dan negatif bersentuhan, yang akhirnya memicu konsleting. Konsleting itulah yang membuat aki tidak mampu menyimpan setrum.
2. Periksa terminal-terminal pada aki. Cek apakah terjadi korosi atau tidak. Korosi dapat dibersihkan dengan menyiramkan air panas pada terminal-terminalnya. Lihat juga kabel-kabel positif dan negatif. Mungkin kendor atau longgar. Korosi dan kabel yang kendor membuat daya hantar arus listrik lemah. Sehingga, arus yang mengalir ke motor starter kecil dan tidak cukup kuat untuk memutar mesin. Beri gemuk atau grease pada terminal-terminal untuk mencegah korosi.
3. Selesai berkendara, matikan dulu komponen-komponen kelistrikan sebelum mematikan mesin, agar pada saat dihidupkan kembali beban accu fokus ke sistem STATER.
4. Jika mobil tidak digunakan dalam waktu lama, copot terminal negatif agar setrum di aki tidak terus menerus tersedot. (Untuk mobil Peugeot, pencopotan sebaiknya dilakukan oleh mekanik).
Ingat, daya tahan dan kekuatan aki sangat dipengaruhi perawatan. Biasanya, dalam satu tahun aki sudah mulai bermasalah, misalnya tidak sanggup lagi menyimpan tegangan dalam waktu yang lama. Dengan perawatan yang baik dan tepat, masa pakainya bisa lebih dari satu tahun. (Source : AstraWorld)
Memang, kualitas yang baik akan sangat menentukan keamanan berkendara maupun perawatan mobil. Sementara menunggu kebijakan tersebut, dari sisi pengendara kita juga dapat melakukan langkah-langkah preventif. Contohnya, aki sebaiknya secara rutin kita periksa. Bukan apa-apa, aki sangat penting dalam sistem pengapian maupun kelistrikan. Pada banyak kasus, kurangnya perawatan membuat aki tekor (soak). Akibat selanjutnya adalah mesin sulit di-stater, ketika kunci kontak diputar ke posisi "START" hanya terdengar bunyi tek.. tek... tek.
Paling tidak, berikut langkah-langkah perawatan aki yang bisa Anda lakukan:
1. Pantau kuantitas maupun kualitas air aki. Mestinya air aki selalu terjaga di antara garis low level dan upper level yang biasa tertera pada kotak aki. Bila berada di bawah low level segera tambahkan. Karena, air aki berfungsi untuk membantu mendinginkan sel-sel aki. Bila air aki berkurang dan tidak segera ditambah, sel-sel di dalam aki bisa menjadi berubah bentuk (melengkung, harusnya sel-sel ini sejajar dan tegak lurus). Lengkungan sel-sel ini bisa membuat plat positif dan negatif bersentuhan, yang akhirnya memicu konsleting. Konsleting itulah yang membuat aki tidak mampu menyimpan setrum.
2. Periksa terminal-terminal pada aki. Cek apakah terjadi korosi atau tidak. Korosi dapat dibersihkan dengan menyiramkan air panas pada terminal-terminalnya. Lihat juga kabel-kabel positif dan negatif. Mungkin kendor atau longgar. Korosi dan kabel yang kendor membuat daya hantar arus listrik lemah. Sehingga, arus yang mengalir ke motor starter kecil dan tidak cukup kuat untuk memutar mesin. Beri gemuk atau grease pada terminal-terminal untuk mencegah korosi.
3. Selesai berkendara, matikan dulu komponen-komponen kelistrikan sebelum mematikan mesin, agar pada saat dihidupkan kembali beban accu fokus ke sistem STATER.
4. Jika mobil tidak digunakan dalam waktu lama, copot terminal negatif agar setrum di aki tidak terus menerus tersedot. (Untuk mobil Peugeot, pencopotan sebaiknya dilakukan oleh mekanik).
Ingat, daya tahan dan kekuatan aki sangat dipengaruhi perawatan. Biasanya, dalam satu tahun aki sudah mulai bermasalah, misalnya tidak sanggup lagi menyimpan tegangan dalam waktu yang lama. Dengan perawatan yang baik dan tepat, masa pakainya bisa lebih dari satu tahun. (Source : AstraWorld)
Cegah Kecelakaan, Lampu Rem Bukan Sekadar Menyala & Gaya
Faktor usia dan beban kerja membuat bohlam-bohlam lampu mobil mungkin saja putus sehingga tidak menyala. Karena itu, tiap kali servis berkala kelipatan 10.000 km, salah satu pemeriksaan yang dilakukan mekanik bengkel adalah bagian lampu-lampu. Bila sudah putus atau bahkan pancarannya mulai redup, sebaiknya ganti bohlam-bohlam lampu tersebut dengan yang baru. Termasuk, pada lampu-lampu rem.
Berhubung pengendara sulit mengetahui kondisi lampu-lampu rem ketika tengah di dalam kabin mobil, maka sebaiknya periksalah menyala atau tidaknya lampu rem sebelum mulai berkendara. Sebab, lampu rem tergolong komponen penting yang mendukung keselamatan berkendara. Lampu rem menjadi isyarat bahwa pengendara tengah menginjak pedal rem dan laju mobil akan melambat bahkan terhenti sama sekali. Di harapkan, pengendara di belakangnya juga mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan.
Saking pentingnya lampu rem bagi keselamatan berlalulintas, ketentuan lampu rem juga diatur dalam Peraturan Pemerintah No.44 tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi. Pada pasal 33 ditegaskan bahwa "Lampu rem berjumlah dua buah dan berwarna merah yang mempunyai kekuatan cahaya lebih besar dari lampu posisi belakang". Tujuannya, tentu saja agar ketika menyala lampu rem lebih menyolok dan pengendara yang lain sigap bertindak.
Sayangnya, di jalan raya masih sering kita temukan pengendara yang mengubah-ubah lampu rem. Misalnya, bukan lagi berwarna merah tapi diganti lampu rem menjadi berwarna putih serta menyilaukan. Menurut Eddie Soenarto, seorang pembaca tips and tricks AstraWorld, tindakan tersebut salah dan membahayakan keselamatan. "Karena pengemudi di belakangnya silau," ujarnya melalui email customerservice@astraworld.com. Kami sampaikan terima kasih atas saran tersebut.
Sebagian besar, tindakan itu dilakukan karena ingin tampil beda dan bergaya. Ada juga yang mengganti lampu-lampu di belakang (sein, rem dan lampu mundur) dengan warna hitam. Tak hanya sulit membedakan lampu rem, pengubahan menjadi warna hitam biasanya juga membuat nyala lampu rem menjadi kurang terang. Yang lebih membahayakan lagi adalah tindakan yang memindah-mindahkan posisi lampu sein, rem dan lampu mundur. Akibatnya, ketika pedal rem diinjak, yang menyala adalah lampu putih. Jelas, ini berpotensi membingungkan pengendara di belakang. (Source : AstraWorld)
Berhubung pengendara sulit mengetahui kondisi lampu-lampu rem ketika tengah di dalam kabin mobil, maka sebaiknya periksalah menyala atau tidaknya lampu rem sebelum mulai berkendara. Sebab, lampu rem tergolong komponen penting yang mendukung keselamatan berkendara. Lampu rem menjadi isyarat bahwa pengendara tengah menginjak pedal rem dan laju mobil akan melambat bahkan terhenti sama sekali. Di harapkan, pengendara di belakangnya juga mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan.
Saking pentingnya lampu rem bagi keselamatan berlalulintas, ketentuan lampu rem juga diatur dalam Peraturan Pemerintah No.44 tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi. Pada pasal 33 ditegaskan bahwa "Lampu rem berjumlah dua buah dan berwarna merah yang mempunyai kekuatan cahaya lebih besar dari lampu posisi belakang". Tujuannya, tentu saja agar ketika menyala lampu rem lebih menyolok dan pengendara yang lain sigap bertindak.
Sayangnya, di jalan raya masih sering kita temukan pengendara yang mengubah-ubah lampu rem. Misalnya, bukan lagi berwarna merah tapi diganti lampu rem menjadi berwarna putih serta menyilaukan. Menurut Eddie Soenarto, seorang pembaca tips and tricks AstraWorld, tindakan tersebut salah dan membahayakan keselamatan. "Karena pengemudi di belakangnya silau," ujarnya melalui email customerservice@astraworld.com. Kami sampaikan terima kasih atas saran tersebut.
Sebagian besar, tindakan itu dilakukan karena ingin tampil beda dan bergaya. Ada juga yang mengganti lampu-lampu di belakang (sein, rem dan lampu mundur) dengan warna hitam. Tak hanya sulit membedakan lampu rem, pengubahan menjadi warna hitam biasanya juga membuat nyala lampu rem menjadi kurang terang. Yang lebih membahayakan lagi adalah tindakan yang memindah-mindahkan posisi lampu sein, rem dan lampu mundur. Akibatnya, ketika pedal rem diinjak, yang menyala adalah lampu putih. Jelas, ini berpotensi membingungkan pengendara di belakang. (Source : AstraWorld)
Subscribe to:
Posts (Atom)