Cuaca juga mempengaruhi cara kita merawat mobil kesayangan mengingat kondisi lingkungan yang dingin, basah, kering, atau berdebu dsb pasti berimbas terhadap bagian-bagian mobil. Lalu, pada musim kemarau yang sepanjang hari memaksa kita berkendara di bawah terik matahari seperti sekarang ini, perawatan macam apa yang sebaiknya kita lakukan?
Pertanyaan ini memang penting dan bila diabaikan cukup merugikan. Contoh sederhana, lihat saja kondisi cat mobil Anda. Buram atau masih kinclong ? Atau, coba pegang karet wiper. Masih elastis atau sudah keras? Begitu juga karet-karet pada pintu mobil yang mestinya masih utuh dan tidak robek-robek serta mampu meredam bunyi ketika pintu ditutup. Boleh jadi, buramnya cat atau tidak elastisnya lagi karet-karet pada mobil terjadi karena kekurangpedulian kita menangani pengaruh panas matahari terhadap mobil.
Cat dan karet-karet mobil adalah dua hal paling cepat terkena imbas panas matahari. Suhu yang tinggi seperti memanggang cat dan karet-karet. Celakanya lagi, kebanyakan tempat parkir juga tidak memiliki atap yang sebenarnya dapat meminimalisir efek buruk sinar matahari. Karena itu, langkah pertama perawatan mobil terkait dengan musim panas ini adalah: usahakan memarkir mobil di tempat teduh.
Namun, seandainya pun Anda seringkali kesulitan menemukan tempat parkir yang teduh, kurangilah dampak buruk panas matahari dengan poin-poin berikut ini:
1. Sebelum meninggalkan tempat parkir, tegakkanlah wiper agar karet-karet wiper tidak bersentuhan langsung dengan kaca mobil. Kaca yang panas akan makin mempercepat ketidakelastisan karet wiper. Permukaan karet wiper menjadi tidak rata dan mengeras.
2. Untuk mengurangi penerobosan panas matahari ke kabin, pasangi kaca mobil Anda dengan kaca film yang dapat menahan radiasi.
3. Sebaiknya lakukan pemolesan body mobil secara rutin. Akan jauh lebih baik lagi bila cat mobil Anda diberi lapisan pelindung cat.
4. Jangan lupa untuk menyingkirkan barang-barang yang mudah meledak dari dalam kabin saat memarkir mobil. Sebab, mobil yang diparkir di bawah sinar langsung matahari tak ubahnya sebuah oven.
5. Turunkan sedikit kaca jendela (sekitar 0.5 atau 1 cm) agar tekanan serta panas dalam kabin tidak terlalu tinggi. Suhu kabin yang tinggi juga bisa memicu pecahnya kaca depan kendaraan. (Source : AstraWorld)
Hindari Kecelakaan Fatal Karena Pedal Rem Bergetar
Idealnya, pedal rem tidak bergetar ketika dipijak. Seiring dengan semakin dalamnya kita menekan pedal, laju mobil pun semakin melambat bahkan roda berhenti berputar sama sekali. Nah, kita patut waspada ketika pedal rem terasa naik turun sewaktu ditekan.
Bukan hanya tidak nyaman bagi kaki kanan kita saat berkendara, tapi juga dapat membahayakan keselamatan di jalan. Sebab pedal rem yang bergetar sebenarnya juga mengindikasikan bahwa permukaan disc brake tidak rata sehingga ketika kanvas rem menjepit, himpitan ke komponen ini tidak merata. Inilah yang memicu getaran yang terasa sampai ke pedal rem. Akibat buruk selanjutnya adalah kemampuan sistem pengereman dalam menghentikan laju kendaraan juga akan berkurang, malah dapat mengakibatkan kecelakaan fatal.
Ketidakrataan permukaan disc brake pada umumnya terjadi karena kurangnya perawatan sistem pengereman. Seharusnya, pemeriksaan dan pembersihan komponen ini dilakukan setiap kelipatan 10.000 km agar kotoran-kotoran yang menempel dapat segera dihilangkan. Bila tidak, kotoran yang kasar atau keras sangat potensial menggores permukaan disc brake saat dijepit oleh kanvas rem.
Sayangnya, banyak pengendara yang meskipun sadar kondisi ini namun mencoba mengatasinya dengan cara berkendara di kecepatan rendah. Padahal cara ini pun tidak menguntungkan. Bila disc brake yang bergelombang didiamkan, bukan tak mungkin juga menyebabkan kanvas rem cepat aus. Makanya, akan lebih baik bila melakukan langkah di atas: periksa disc brake maupun kanvas rem. Jika disc brake masih cukup tebal, gejala bergetar dapat diatasi dengan melakukan pembubutan hingga rata. Akan lebih baik lagi jika diganti dengan yang baru.
Namun, mungkin pula getaran ini justru dipicu oleh kanvas rem yang kurang bagus. Untuk penyebab yang satu ini, pastikan bahwa kanvas rem yang Anda gunakan adalah yang orisinal. (Source : Astraworld)
Bukan hanya tidak nyaman bagi kaki kanan kita saat berkendara, tapi juga dapat membahayakan keselamatan di jalan. Sebab pedal rem yang bergetar sebenarnya juga mengindikasikan bahwa permukaan disc brake tidak rata sehingga ketika kanvas rem menjepit, himpitan ke komponen ini tidak merata. Inilah yang memicu getaran yang terasa sampai ke pedal rem. Akibat buruk selanjutnya adalah kemampuan sistem pengereman dalam menghentikan laju kendaraan juga akan berkurang, malah dapat mengakibatkan kecelakaan fatal.
Ketidakrataan permukaan disc brake pada umumnya terjadi karena kurangnya perawatan sistem pengereman. Seharusnya, pemeriksaan dan pembersihan komponen ini dilakukan setiap kelipatan 10.000 km agar kotoran-kotoran yang menempel dapat segera dihilangkan. Bila tidak, kotoran yang kasar atau keras sangat potensial menggores permukaan disc brake saat dijepit oleh kanvas rem.
Sayangnya, banyak pengendara yang meskipun sadar kondisi ini namun mencoba mengatasinya dengan cara berkendara di kecepatan rendah. Padahal cara ini pun tidak menguntungkan. Bila disc brake yang bergelombang didiamkan, bukan tak mungkin juga menyebabkan kanvas rem cepat aus. Makanya, akan lebih baik bila melakukan langkah di atas: periksa disc brake maupun kanvas rem. Jika disc brake masih cukup tebal, gejala bergetar dapat diatasi dengan melakukan pembubutan hingga rata. Akan lebih baik lagi jika diganti dengan yang baru.
Namun, mungkin pula getaran ini justru dipicu oleh kanvas rem yang kurang bagus. Untuk penyebab yang satu ini, pastikan bahwa kanvas rem yang Anda gunakan adalah yang orisinal. (Source : Astraworld)
Agar BBM Lebih Hemat, Koq Ganti Oli Dipercepat?
Sudah hampir sebulan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Setiap pengendara pasti telah merasakan pengaruhnya terhadap pengeluaran. Jurus-jurus menghemat pun sudah mulai diterapkan. Tapi, jangan pernah meniru jurus yang satu ini: demi menekan pengeluaran, ganti oli dilakukan lebih jarang. Meskipun odometer menunjukkan jarak yang ditempuh mobil sudah jauh, oli tak kunjung diganti.
Pengeluaran untuk ganti oli memang bisa ditekan, tapi efek keseluruhan mungkin akan lebih boros. Jika oli yang sudah kurang bagus namun tetap dipaksa bekerja, komponen-komponen yang semestinya dilumasi akan mudah aus. Piston, ring piston atau katup-katup tidak mengalami pelumasan yang baik sehingga mengalami kerusakan. Efek lainnya, konsumsi oli pun lebih boros karena jika silinder baret, oli akan ikut terbakar yang ditandai dengan keluarnya asap putih tebal di ujung knalpot.
Meskipun BBM naik, jangan menghemat pengeluaran dengan cara memperpanjang masa penggantian oli. Jika kualitas oli sudah buruk segera ganti dengan yang baru. Indikator penggantian cairan ini biasanya adalah angka-angka di odometer yang menunjukkan seberapa jauh jarak yang telah ditempuh mobil.
Bahkan, khusus kepada pengendara yang sehari-hari berkendara di lalulintas macet kami menyarankan agar penggantian oli tidak semata-mata bersandar pada angka di odometer. Ada baiknya penggantian oli dipercepat dari ketentuan angka km di odometer. Sebab, saat mobil terjebak kemacetan, angka odometer pasti tidak bertambah. Sementara, mesin terus bekerja. Artinya oli tak henti-henti melumasi komponen-komponen logam yang saling bersinggungan meskipun mobil tidak berjalan.
Saran kami, bagi yang sering mengalami kemacetan, indikator selain odometer yang dapat digunakan untuk mengetahui kapan harus mengganti oli adalah dengan mendengarkan suara mesin. Jika terasa lebih kasar, pertanda kualitas oli sudah buruk. Oli yang sudah harus diganti juga ditandai dengan menurunnya performa mesin.
Kaitan kualitas oli dan penghematan tidak hanya dapat mengurangi pengeluaran biaya perbaikan atau penggantian komponen-komponen yang aus. Oli yang berkualitas baik dalam melumasi akan memperingan gesekan di antara logam-logam saat mesin bekerja. Sebaliknya, oli yang buruk akan memperberat gesekan. Nah, gesekan berat yang mengakibatkan putaran mesin lebih berat inilah yang otomatis membuat konsumsi bbm lebih boros. (Source:AstraWorld)
Pengeluaran untuk ganti oli memang bisa ditekan, tapi efek keseluruhan mungkin akan lebih boros. Jika oli yang sudah kurang bagus namun tetap dipaksa bekerja, komponen-komponen yang semestinya dilumasi akan mudah aus. Piston, ring piston atau katup-katup tidak mengalami pelumasan yang baik sehingga mengalami kerusakan. Efek lainnya, konsumsi oli pun lebih boros karena jika silinder baret, oli akan ikut terbakar yang ditandai dengan keluarnya asap putih tebal di ujung knalpot.
Meskipun BBM naik, jangan menghemat pengeluaran dengan cara memperpanjang masa penggantian oli. Jika kualitas oli sudah buruk segera ganti dengan yang baru. Indikator penggantian cairan ini biasanya adalah angka-angka di odometer yang menunjukkan seberapa jauh jarak yang telah ditempuh mobil.
Bahkan, khusus kepada pengendara yang sehari-hari berkendara di lalulintas macet kami menyarankan agar penggantian oli tidak semata-mata bersandar pada angka di odometer. Ada baiknya penggantian oli dipercepat dari ketentuan angka km di odometer. Sebab, saat mobil terjebak kemacetan, angka odometer pasti tidak bertambah. Sementara, mesin terus bekerja. Artinya oli tak henti-henti melumasi komponen-komponen logam yang saling bersinggungan meskipun mobil tidak berjalan.
Saran kami, bagi yang sering mengalami kemacetan, indikator selain odometer yang dapat digunakan untuk mengetahui kapan harus mengganti oli adalah dengan mendengarkan suara mesin. Jika terasa lebih kasar, pertanda kualitas oli sudah buruk. Oli yang sudah harus diganti juga ditandai dengan menurunnya performa mesin.
Kaitan kualitas oli dan penghematan tidak hanya dapat mengurangi pengeluaran biaya perbaikan atau penggantian komponen-komponen yang aus. Oli yang berkualitas baik dalam melumasi akan memperingan gesekan di antara logam-logam saat mesin bekerja. Sebaliknya, oli yang buruk akan memperberat gesekan. Nah, gesekan berat yang mengakibatkan putaran mesin lebih berat inilah yang otomatis membuat konsumsi bbm lebih boros. (Source:AstraWorld)
Cara Pasang Baterai Remote Pengaruhi Kerja Alarm
Penyakit yang biasa menghinggapi remote alarm bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah tombol remote yang tidak berfungsi meskipun sudah dipencet berulang-ulang, seolah-olah baterainya habis. Padahal baterainya belum lama diganti dengan yang baru. Anehnya lagi, kasus seperti ini tidak selalu muncul. Kadang kala bermasalah, tapi lain waktu remote alarm normal-normal saja.
Kejadian di atas pernah dialami langsung oleh rekan kita, Bapak Iwan Ardijantono. Pembaca setia tips and tricks AstraWorld ini awalnya bahkan mencoba mengatasinya dengan berjalan mengelilingi mobilnya sambil terus menekan-nekan tombol remote alarm. Ia menduga, jangan-jangan gangguan tersebut dipicu oleh ketidaksingkronan antara pengirim dan penerima sinyal. "Untuk mendapatkan posisi yang tepat dengan pusat alarm di mobil," ujarnya melalui email yang dikirim ke customerservice@astraworld.com. "Tapi ternyata agak susah," sambungnya lagi. Meskipun dipencet dari beberapa sudut body mobil, kunci pintu tetap tak terbuka.
Karena cara di atas tak menjawab persoalan, Ia berinisiatif membongkar box remote alarm yang menggantung di anak kunci sehingga tampaklah baterainya. Ternyata, di kedua kutub baterai tersebut ada semacam jamur berwarna hijau. Jamur itulah yang dibersihkan dengan menggunakan cutter. Benar saja, setelah bersih dan box dipasang, remote berfungsi dengan baik.
Jamur atau kotoran pada bagian dalam remote alarm memang sangat mungkin tumbuh. Apalagi jika terjadi kekeliruan pada saat memasang atau mengganti baterai. Seperti penggantian baterai jam, sebaiknya hindari memegang langsung baterai dengan jari tangan. Akan sangat bagus jika menggunakan kain bersih atau pinset. Tujuannya, untuk mencegah tertempelnya kotoran atau keringat dari jari tangan ke permukaan dan kutub-kutub baterai. Kotoran atau air yang menempel inilah yang lama kelamaan dapat menumbuhkan jamur setelah box remote alarm ditutup rapat.
Pencegahan jamur atau kotoran juga dapat dilakukan dengan memperhatikan cara meletakkan atau menyimpan remote. Usahakan untuk tidak menyimpannya di tempat yang lembab, apalagi di daerah-daerah yang berisiko terkena air. (Source :AstraWorld).
Kejadian di atas pernah dialami langsung oleh rekan kita, Bapak Iwan Ardijantono. Pembaca setia tips and tricks AstraWorld ini awalnya bahkan mencoba mengatasinya dengan berjalan mengelilingi mobilnya sambil terus menekan-nekan tombol remote alarm. Ia menduga, jangan-jangan gangguan tersebut dipicu oleh ketidaksingkronan antara pengirim dan penerima sinyal. "Untuk mendapatkan posisi yang tepat dengan pusat alarm di mobil," ujarnya melalui email yang dikirim ke customerservice@astraworld.com. "Tapi ternyata agak susah," sambungnya lagi. Meskipun dipencet dari beberapa sudut body mobil, kunci pintu tetap tak terbuka.
Karena cara di atas tak menjawab persoalan, Ia berinisiatif membongkar box remote alarm yang menggantung di anak kunci sehingga tampaklah baterainya. Ternyata, di kedua kutub baterai tersebut ada semacam jamur berwarna hijau. Jamur itulah yang dibersihkan dengan menggunakan cutter. Benar saja, setelah bersih dan box dipasang, remote berfungsi dengan baik.
Jamur atau kotoran pada bagian dalam remote alarm memang sangat mungkin tumbuh. Apalagi jika terjadi kekeliruan pada saat memasang atau mengganti baterai. Seperti penggantian baterai jam, sebaiknya hindari memegang langsung baterai dengan jari tangan. Akan sangat bagus jika menggunakan kain bersih atau pinset. Tujuannya, untuk mencegah tertempelnya kotoran atau keringat dari jari tangan ke permukaan dan kutub-kutub baterai. Kotoran atau air yang menempel inilah yang lama kelamaan dapat menumbuhkan jamur setelah box remote alarm ditutup rapat.
Pencegahan jamur atau kotoran juga dapat dilakukan dengan memperhatikan cara meletakkan atau menyimpan remote. Usahakan untuk tidak menyimpannya di tempat yang lembab, apalagi di daerah-daerah yang berisiko terkena air. (Source :AstraWorld).
Turunkan Oktan, Aman atau Membahayakan Mesin?
Pertanyaan seperti pada judul di atas cukup banyak disampaikan para pengendara ke AstraWorld. Diantaranya adalah Pak Budi Winarto, Hari Satriyono, Christian Tirtakusuma, Irwansyah, maupun Ibu Indah. Termasuk Rekareta Abadi yang bertanya perihal rencananya mengganti bbm ke jenis premium. "Apakah dampak yang akan timbul, selain tenaga berkurang," tanyanya melalui customerservice@astraworld.com.
Salah satu pemicunya tentu saja karena harga bahan bakar minyak (BBM) yang baru saja kembali pemerintah naikkan. Perbedaan antara harga Pertamax, Pertamax Plus (yang beroktan di atas 91) dan Premium (beroktan 88) memang cukup signifikan. Sehingga, beralih ke jenis bbm lain meskipun kadar oktannya lebih rendah cukup menggoda kita sebagai pengendara. Apalagi, Pertamina menjamin semua jenis bensin produksinya sudah tidak bertimbal.
Untuk pertanyaan yang dapat berimbas ke mesin ini, kita memang perlu sangat hati-hati. Sejauh tidak menimbulkan ngelitik knocking pergantian kadar oktan bbm tersebut boleh-boleh saja dilakukan. Tapi, jika ternyata ngelitik, kami sarankan untuk tidak melakukan penggantian tersebut.
Kadar oktan memang sangat berpengaruh pada kinerja mesin. Salah satu dampak apabila kadar oktan bbm tidak sesuai adalah gejala ngelitik, akhir pembakaran terjadi sebelum piston turun. Jika ngelitik dibiarkan, lama kelamaan dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin. Karena ngelitik pada dasarnya terjadi benturan antara dinding silinder dan piston, sehingga kedua komponen ini mengalami kerusakan. Jika sudah sangat parah harus diatasi dengan overhaul.
Jadi kami ingatkan lagi, ngelitik atau tidak adalah indikator utama penggantian jenis bbm akan cukup aman atau membahayakan mesin.
Yang jelas, penurunan kadar oktan akan sangat berdampak ke performa mesin. Kemampuan akselerasi maupun menanjak akan berkurang sebab nilai oktan bbm yang dipakai tidak sebanding dengan kompresi mesin.(Source : ASTRAWORLD)
Salah satu pemicunya tentu saja karena harga bahan bakar minyak (BBM) yang baru saja kembali pemerintah naikkan. Perbedaan antara harga Pertamax, Pertamax Plus (yang beroktan di atas 91) dan Premium (beroktan 88) memang cukup signifikan. Sehingga, beralih ke jenis bbm lain meskipun kadar oktannya lebih rendah cukup menggoda kita sebagai pengendara. Apalagi, Pertamina menjamin semua jenis bensin produksinya sudah tidak bertimbal.
Untuk pertanyaan yang dapat berimbas ke mesin ini, kita memang perlu sangat hati-hati. Sejauh tidak menimbulkan ngelitik knocking pergantian kadar oktan bbm tersebut boleh-boleh saja dilakukan. Tapi, jika ternyata ngelitik, kami sarankan untuk tidak melakukan penggantian tersebut.
Kadar oktan memang sangat berpengaruh pada kinerja mesin. Salah satu dampak apabila kadar oktan bbm tidak sesuai adalah gejala ngelitik, akhir pembakaran terjadi sebelum piston turun. Jika ngelitik dibiarkan, lama kelamaan dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin. Karena ngelitik pada dasarnya terjadi benturan antara dinding silinder dan piston, sehingga kedua komponen ini mengalami kerusakan. Jika sudah sangat parah harus diatasi dengan overhaul.
Jadi kami ingatkan lagi, ngelitik atau tidak adalah indikator utama penggantian jenis bbm akan cukup aman atau membahayakan mesin.
Yang jelas, penurunan kadar oktan akan sangat berdampak ke performa mesin. Kemampuan akselerasi maupun menanjak akan berkurang sebab nilai oktan bbm yang dipakai tidak sebanding dengan kompresi mesin.(Source : ASTRAWORLD)
Turbocharger: Idle Sebelum Dimatikan Salah Satu Bentuk Perawatan
Turbocharger terbukti membuat performa mesin menjadi lebih dahsyat. Efek itu terjadi karena sistem ini memompa lebih banyak udara ke dalam mesin. Tak sekadar memompa udara, sistem turbocharger bertugas menyuplai udara bertekanan tinggi sehingga menjadi lebih homogen dan terbakar dengan sempurna di dalam ruang bakar. Efek-efek inilah yang memperbesar output tenaga yang dihasilkan mesin.
Tapi ingat, jika sehabis berkendara dengan kecepatan tinggi atau melibas medan menanjak, mengangkut beban berat misalnya, jangan langsung mematikan mesin mobil. Setelah parkir di tempat tujuan, biarkan mesin dalam posisi idle selama 1 sampai 2 menit. Setelah itu baru putar kunci kontak ke posisi OFF.
Begitulah salah satu bentuk perawatan mesin turbo. Dengan jeda sejenak sebelum mesin dimatikan, maka kita memberi kesempatan pada komponen-komponen dalam sistem turbocharger mengalami proses pendinginan. Mesin idle memungkinkan oli mesin melumasi logam-logam yang baru saja bekerja keras. Bukankah salah satu fungsi oli adalah menyerap panas?
Namun, jika turbocharger pada mesin mobil Anda sudah dilengkapi dengan timer, otomatis langkah di atas tidak signifikan lagi. Anda dipersilakan langsung mematikan mesin. Pendinginan tetap berlangsung karena meskipun kunci kontak telah kita putar ke posisi OFF, sebetulnya mesin tetap berputar sampai beberapa saat. Timer inilah yang menghentikan putaran ketika turbocharger telah cukup dingin.
Dampak sistem turbocharger yang tidak mengalami pendinginan cukup parah. Yang akan mengalami kerusakan adalah turbin wheel (jika sistemnya masih yang memanfaatkan panas gas buang), karena komponen inilah yang paling banyak menerima panas. Akibat kerusakan tersebut, turbocharger tidak dapat mendongkrak performa mesin.
Agar turbocharger tetap dapat menjalankan tugasnya, selain perlunya idle bagi yang tidak dilengkapi timer, 2 poin penting lain yang harus kita perhatikan adalah:
- Lakukan penggantian oli mesin secara teratur.
- Gunakan oli dengan kualitas yang baik sesuai dengan rekomendasi manufaktur.
(Source : AstraWorld)
Tapi ingat, jika sehabis berkendara dengan kecepatan tinggi atau melibas medan menanjak, mengangkut beban berat misalnya, jangan langsung mematikan mesin mobil. Setelah parkir di tempat tujuan, biarkan mesin dalam posisi idle selama 1 sampai 2 menit. Setelah itu baru putar kunci kontak ke posisi OFF.
Begitulah salah satu bentuk perawatan mesin turbo. Dengan jeda sejenak sebelum mesin dimatikan, maka kita memberi kesempatan pada komponen-komponen dalam sistem turbocharger mengalami proses pendinginan. Mesin idle memungkinkan oli mesin melumasi logam-logam yang baru saja bekerja keras. Bukankah salah satu fungsi oli adalah menyerap panas?
Namun, jika turbocharger pada mesin mobil Anda sudah dilengkapi dengan timer, otomatis langkah di atas tidak signifikan lagi. Anda dipersilakan langsung mematikan mesin. Pendinginan tetap berlangsung karena meskipun kunci kontak telah kita putar ke posisi OFF, sebetulnya mesin tetap berputar sampai beberapa saat. Timer inilah yang menghentikan putaran ketika turbocharger telah cukup dingin.
Dampak sistem turbocharger yang tidak mengalami pendinginan cukup parah. Yang akan mengalami kerusakan adalah turbin wheel (jika sistemnya masih yang memanfaatkan panas gas buang), karena komponen inilah yang paling banyak menerima panas. Akibat kerusakan tersebut, turbocharger tidak dapat mendongkrak performa mesin.
Agar turbocharger tetap dapat menjalankan tugasnya, selain perlunya idle bagi yang tidak dilengkapi timer, 2 poin penting lain yang harus kita perhatikan adalah:
- Lakukan penggantian oli mesin secara teratur.
- Gunakan oli dengan kualitas yang baik sesuai dengan rekomendasi manufaktur.
(Source : AstraWorld)
Yuk Siapkan Buku Catatan Atur Pengeluaran
Mahalnya harga minyak dunia dan besarnya subsidi negara mengharuskan pemerintah kita merumuskan kebijakan yang paling tepat agar anggaran negara tidak jebol. Salah satu yang akan terkait dengan mobil dan pengendara adalah rencana penggunaan smart card
Usulan tersebut belum tentu terlaksana berhubung masih dalam proses penjajakan. Tapi yang jelas, konsumsi bahan bakar minyak (bbm) di Indonesia memang luar biasa besar. Sebagai pengendara, kita pun harus peduli terhadap konsumsi bbm mobil kita. Kita harus tahu apakah mobil kita tergolong irit atau tidak.
Paling tidak, kepedulian terhadap konsumsi bbm membantu kita mengontrol kondisi mobil. Jika terlalu boros, bukan mustahil setelan bahan bakar belum pas sehingga perbandingan campuran antara udara dan bahan bakar tidak tepat. Bisa juga karena kondisi ban yang kurang angin, atau mungkin karena cara mengemudi yang belum benar.
Selain untuk memantau performa mesin dan gaya berkendara, kontrol atas konsumsi bbm juga berguna bagi managemen keuangan kita. Karena itu, akan sangat baik jika kita memiliki semacam buku logbook yang selalu ada di dalam mobil. Pada buku ini kita catat kapan mengisi bensin, berapa liter, dan di mana. Dari poin-poin sederhana ini kita tidak hanya dapat menghitung berapa kilometer yang berhasil Anda tempuh untuk tiap satu liter bbm.
Data-data itu juga dapat kita gunakan untuk mengetahui sebesar apa pengeluaran kita untuk membeli bahan bakar, dan pengeluaran yang terkait dengan kendaraan kita. Agar lebih lengkap, poin-poin lain yang minimal juga harus kita perhatikan adalah berapa biaya yang kita keluarkan untuk bayar asuransi, ongkos parkir, bayar tol, tambah angin, bahkan pengeluaran untuk urusan salon mobil. Catatlah seluruhnya dan hitung tiap akhir bulan.
Biaya yang tidak boleh lupa untuk kita catat dan hitung adalah biaya-biaya yang kita keluarkan untuk merawat mobil. Nah, untuk masalah catatan perawatan kendaraan, AstraWorld memberi kemudahan melalui layanan Dari Ujung ke Ujung. Salah satu layanan itu adalah Service History on WebDengan SHOW, seluruh anggota AstraWorld yang telah melakukan registrasi di CLICK AstraWorld www.astraworld.com dapat mengakses dokumentasi lengkap perawatan mobil yang dilakukan di bengkel-bengkel jaringan Astra International. Kapan perbaikan dilakukan, apa saja jenis perbaikan, bengkel tempat melakukan perbaikan, bahkan nama advisor bengkel pun dapat diketahui.
Saat hendak menjual kembali mobil Anda melalui Used Car Corner, SHOW akan sangat berguna dalam meyakinkan calon pembeli. Anda dapat menunjukkan riwayat perawatan kendaraan Anda kepada calon pembeli jika Anda menghendaki. Seperti kita ketahui, salah satu poin penting bagi para pembeli mobil bekas adalah riwayat perawatan. Mobil yang memiliki catatan perawatan tentu lebih dipercaya calon pembeli.(Source : AstraWorld)
Usulan tersebut belum tentu terlaksana berhubung masih dalam proses penjajakan. Tapi yang jelas, konsumsi bahan bakar minyak (bbm) di Indonesia memang luar biasa besar. Sebagai pengendara, kita pun harus peduli terhadap konsumsi bbm mobil kita. Kita harus tahu apakah mobil kita tergolong irit atau tidak.
Paling tidak, kepedulian terhadap konsumsi bbm membantu kita mengontrol kondisi mobil. Jika terlalu boros, bukan mustahil setelan bahan bakar belum pas sehingga perbandingan campuran antara udara dan bahan bakar tidak tepat. Bisa juga karena kondisi ban yang kurang angin, atau mungkin karena cara mengemudi yang belum benar.
Selain untuk memantau performa mesin dan gaya berkendara, kontrol atas konsumsi bbm juga berguna bagi managemen keuangan kita. Karena itu, akan sangat baik jika kita memiliki semacam buku logbook yang selalu ada di dalam mobil. Pada buku ini kita catat kapan mengisi bensin, berapa liter, dan di mana. Dari poin-poin sederhana ini kita tidak hanya dapat menghitung berapa kilometer yang berhasil Anda tempuh untuk tiap satu liter bbm.
Data-data itu juga dapat kita gunakan untuk mengetahui sebesar apa pengeluaran kita untuk membeli bahan bakar, dan pengeluaran yang terkait dengan kendaraan kita. Agar lebih lengkap, poin-poin lain yang minimal juga harus kita perhatikan adalah berapa biaya yang kita keluarkan untuk bayar asuransi, ongkos parkir, bayar tol, tambah angin, bahkan pengeluaran untuk urusan salon mobil. Catatlah seluruhnya dan hitung tiap akhir bulan.
Biaya yang tidak boleh lupa untuk kita catat dan hitung adalah biaya-biaya yang kita keluarkan untuk merawat mobil. Nah, untuk masalah catatan perawatan kendaraan, AstraWorld memberi kemudahan melalui layanan Dari Ujung ke Ujung. Salah satu layanan itu adalah Service History on WebDengan SHOW, seluruh anggota AstraWorld yang telah melakukan registrasi di CLICK AstraWorld www.astraworld.com dapat mengakses dokumentasi lengkap perawatan mobil yang dilakukan di bengkel-bengkel jaringan Astra International. Kapan perbaikan dilakukan, apa saja jenis perbaikan, bengkel tempat melakukan perbaikan, bahkan nama advisor bengkel pun dapat diketahui.
Saat hendak menjual kembali mobil Anda melalui Used Car Corner, SHOW akan sangat berguna dalam meyakinkan calon pembeli. Anda dapat menunjukkan riwayat perawatan kendaraan Anda kepada calon pembeli jika Anda menghendaki. Seperti kita ketahui, salah satu poin penting bagi para pembeli mobil bekas adalah riwayat perawatan. Mobil yang memiliki catatan perawatan tentu lebih dipercaya calon pembeli.(Source : AstraWorld)
Subscribe to:
Posts (Atom)